Mendorong Ekspresi Diri Siswa Melalui Padlet: Cerminan Iklim Belajar yang Aman Tanpa Perundungan

Authors

  • I Putu Rama Putra Yasa ITP Markandeya Bali
  • Luh Made Dwi Wedayanthi ITP Markandeya Bali

DOI:

https://doi.org/10.61132/paud.v3i1.892

Keywords:

Aggression Continuum Theory, Anti-Bullying, Emotional Disclosure, Padlet, Safe Learning Climate

Abstract

Bullying remains a critical issue in elementary school environments and significantly affects students’ social-emotional development. The lack of confidence among students to report negative experiences often results in bullying cases remaining undetected. This study aims to describe the implementation of Padlet as a reflective digital tool to encourage students’ self-expression and to analyze students’ reflections as indicators of a safe and supportive learning climate. This research employed a descriptive qualitative approach involving 14 sixth-grade students at SD Negeri 3 Demulih. Data were collected through reflective Padlet posts, activity documentation, and thematic deductive analysis based on the Aggression Continuum Theory. The findings reveal three categories of social interaction: (1) high-risk behaviors related to dominance and indicators of bullying, (2) medium-risk interactions involving verbal teasing normalization and ambiguous conflicts, and (3) low-risk interactions indicating positive peer relations and social needs. Padlet proved effective as a safe digital space for students to express emotional experiences anonymously and facilitated early identification of potential bullying. These results highlight the importance of utilizing reflective digital platforms to foster preventive, inclusive, and psychologically secure classroom environments.

References

Agustina, R. (2021). Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: Media Akademika.

Fadillah, N. (2023). Empati dan perilaku prososial pada remaja: Studi korelasional di sekolah menengah. Jurnal Psikologi Integratif, 11(1), 45-58.

Faujian, M., Ramli, S., & Prakoso, D. (2025). Dinamika Kekerasan Psikososial di Lingkungan Sekolah Dasar. Jakarta: Pustaka Merdeka.

Hartikainen, P., Lappalainen, K., & Kivimaki, H. (2023). School Bullying and Power Dynamics in Classroom Interaction. Helsinki: Northern Academic Press.

Hidayat, T. (2021). Reflektif Digital sebagai Media Intervensi Anti-Perundungan. Bandung: EduTech Press.

Hidayati, N. (2022). Resiliensi dan strategi koping korban bullying di lingkungan sekolah. Jurnal Psikologi UGM, 30(2), 112-125.

Kusuma, R. (2022). Hubungan sense of belonging dengan motivasi belajar siswa. Jurnal Edukasi, 8(1), 20-33.

Lestari, S. (2022). Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Sekolah Menjelang Remaja. Malang: Cendekia Media.

Lestari, W. (2021). Pengaruh verbal bullying terhadap kepercayaan diri remaja. Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, 200-210.

Nugraha, A. (2024). Prevalensi dan bentuk perundungan di era digital pada pelajar Indonesia. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 5(1), 15-28.

Pratama, A. (2021). Fenomena Bullying di Sekolah Dasar dan Dampaknya Terhadap Peserta Didik. Surabaya: Lentera Aksara.

Pratiwi, D. (2023). Batas antara candaan dan perundungan verbal dalam interaksi siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(1), 55-67.

Putri, A. (2024). Analisis school well-being pada siswa sekolah dasar pasca pandemi. Jurnal Psikologi Pendidikan, 15(1), 34-48. https://doi.org/10.26486/intensi.v2i2.3991

Putri, D. (2024). Padlet sebagai Media Kolaboratif dan Reflektif dalam Pembelajaran Digital. Yogyakarta: Intan Edukasi.

Rahmawati, A. (2020). Dinamika hubungan teman sebaya pada masa remaja awal. Jurnal Psikologi Perkembangan, 4(2), 89-102.

Sari, M. (2023). Keberanian melapor dan pola komunikasi siswa sekolah dasar terhadap kasus bullying. Semarang: Ganesha University P.

Sari, Y. P. (2021). Dampak psikologis viktimisasi teman sebaya pada siswa sekolah dasar. Jurnal Konseling Indonesia, 6(3), 78-85. https://doi.org/10.29408/jkp.v6i2.7683

Setiawan, D. (2020). Peran aktivitas fisik dan olahraga dalam pembentukan karakter siswa. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 16(2), 110-123.

Sutrisno, W. (2023). Transisi Sosial-Emosional Siswa Menuju Sekolah Menengah Pertama. Semarang: Ganesha Publisher.

Utami, S. (2021). Manajemen konflik interpersonal pada remaja di lingkungan sekolah. Jurnal Bimbingan Konseling, 5(2), 99-110.

Wati, R., & Ardiansyah, M. (2023). Peran dukungan sosial teman sebaya terhadap kesejahteraan psikologis remaja. Jurnal Intervensi Psikologi, 15(2), 130-145.

Wibowo, D. (2022). Metode Validasi dalam Penelitian Kualitatif. Jakarta: Graha Widya.

Wijaya, A. (2020). Bullying dan Intervensi Preventif dalam Dunia Pendidikan. Jakarta: Edukasi Mandiri.

Yusuf, M., & Santoso, B. (2022). Dinamika perundungan di sekolah menengah: Analisis relasi kuasa siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan Indonesia, 1-15.

Zakiyah, E. Z. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bullying pada remaja. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 7(3), 220-235.

Downloads

Published

2026-01-08

How to Cite

I Putu Rama Putra Yasa, & Luh Made Dwi Wedayanthi. (2026). Mendorong Ekspresi Diri Siswa Melalui Padlet: Cerminan Iklim Belajar yang Aman Tanpa Perundungan. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Dan Kewarganegaraan, 3(1), 93–101. https://doi.org/10.61132/paud.v3i1.892

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.