Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran di Sekolah
Studi Kasus di SMA Negeri 1 Golewa
DOI:
https://doi.org/10.61132/mupeno.v3i4.1221Keywords:
Character Education, Implementation, Learning, Merdeka Curriculum, Senior High SchoolAbstract
This study aims to describe the implementation of the Merdeka Curriculum (Kurikulum Merdeka) in the learning process at SMA Negeri 1 Golewa, as well as to identify the supporting factors, obstacles, and strategic solutions in its application. The research employed a qualitative descriptive approach with data collection techniques consisting of observation, in-depth interviews, and documentation. Research subjects were selected through purposive sampling, encompassing the school principal, subject teachers, and students. The findings reveal that the implementation of the Merdeka Curriculum at SMAN 1 Golewa is in a transitional phase, where positive values are beginning to form but have not yet been consistently internalized. The school's strengths lie in its character modality (religiosity, courtesy, and mutual cooperation), while the main challenges center on time and dress code discipline. The active leadership of the school principal proved to be the key factor in encouraging orderliness. This research recommends the development of consistent discipline SOPs, strengthening teacher role models, optimizing learning communities, and synergy with parents of students.
References
Aunurrahman. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Barnawi & Arifin, M. (2012). Kinerja Guru Profesional: Instrumen Pembinaan, Peningkatan, dan Penilaian. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Dewey, J. (1938). Experience and Education. New York: Collier Books.
Efiyanto, D. (2021). Analisis Kebijakan Merdeka Belajar pada Kurikulum SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 11(2), 134–145. https://doi.org/10.21831/jpv.v11i2.40364
Fauzi, A. (2022). Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Sekolah Penggerak. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(2), 101–115. https://doi.org/10.24832/jpnk.v7i2.2878
Hamalik, O. (2007). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Kemendikbudristek. (2022). Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 262/M/2022 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. Jakarta: Kemendikbudristek. https://kurikulum.kemdikbud.go.id/
Kilpatrick, W. H. (1918). The Project Method. Teachers College Record, 19(4), 319–335.
Komariah, A., & Triatna, C. (2010). Visionary Leadership Menuju Sekolah Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.
Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyono, H. (2022). Dinamika Perubahan Kurikulum Pendidikan di Indonesia: Sebuah Kajian Historis. Jurnal Ilmu Pendidikan, 28(1), 21–32. https://doi.org/10.17977/um048v28i12022p021
Nafindra, R., & Rifqi, M. A. (2023). Peran Kepala Sekolah dalam Pengembangan Kurikulum Merdeka secara Profesional dan Berkelanjutan. Jurnal Manajemen Pendidikan, 10(1), 55–68. https://doi.org/10.23917/jmp.v10i1.21047
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Jakarta: Kemendikbud.
Purwanto, M. N. (2010). Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Rahayu, R., Rosita, R., Rahayuningsih, Y. S., Hernawan, A. H., & Prihantini. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Penggerak. Jurnal Basicedu, 6(4), 6313–6319. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3237
Rahmi Budi, M. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada Pembelajaran PAI di SMAN 2 Lintau Buo. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(1), 44–57. https://doi.org/10.24014/jpai.v5i1.19872
Redana, I. W., & Suprapta, B. (2023). Hambatan dan Peluang Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Atas. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 56(1), 78–90. https://doi.org/10.23887/jpp.v56i1.53498
Sagala, S. (2011). Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan. Bandung: Alfabeta.
Sergiovanni, T. J. (1996). Leadership for the Schoolhouse: How Is It Different? Why Is It Important? San Francisco: Jossey-Bass.
Setiawan, A., & Sofyan, H. (2022). Kurikulum Merdeka sebagai Paradigma Baru Pendidikan: Peluang dan Tantangan. Jurnal Teknologi Pendidikan, 24(3), 212–225. https://doi.org/10.21009/jtp.v24i3.27850
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sufyadi, S., Harman, H., Dewayani, S., Meirawan, D., Darmawati, E., Sari, I. P., & Muslimin, E. (2021). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah. Jakarta: Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbudristek. https://kurikulum.kemdikbud.go.id/
Tomlinson, C. A. (2001). How to Differentiate Instruction in Mixed-Ability Classrooms (2nd ed.). Alexandria, VA: ASCD.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekretariat Negara. https://jdih.kemdikbud.go.id/
Wiyani, N. A. (2012). Manajemen Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasinya di Sekolah. Yogyakarta: Pedagogia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mutiara Pendidikan dan Olahraga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



