Efektivitas Konseling Individual dengan Teknik Cognitiven Restructuring untuk Mereduksi Perilaku Menarik Diri pada Mahasiswa

Authors

  • Jumadilla Afifah Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi
  • Fadhilla Yusri Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi

DOI:

https://doi.org/10.61132/jupendir.v3i2.1095

Keywords:

Cognitive Restructuring, College Students, Feelings of Exclusion, Individual Counseling, Withdrawal

Abstract

Interpersonal problems within peer groups often become serious obstacles to the psychological and academic development of college students. This study aims to empirically examine the effectiveness of individual counseling services using cognitive restructuring techniques in reducing withdrawal behavior among college students experiencing peer conflict. The research method employed is a quantitative experiment with a Single-Subject Design approach, specifically utilizing an A-B design. The research subject  was a 6th-semester female college student, initialized as N, who experienced cognitive distortions in the form of feelings of exclusion by her five-member peer group, which triggered acute social withdrawal behavior (isolating herself in her boarding house). Data collection was conducted through a validated withdrawal behavior scale instrument, supported by clinical observations and in-depth interviews during the baseline phase (A) and the intervention phase (B). The results of the visual analysis within-conditions and between-conditions indicated a significant decrease in withdrawal behavior scores after the implementation of 4 intervention sessions. The subject was able to identify negative automatic thoughts (arbitrary inference), replace them with rational mindsets (positive thinking), feel more relieved, and commit to self-improvement. The implications of this study prove that individual counseling with cognitive restructuring techniques can be an effective intervention strategy for campus counselors to overcome cognitive distortions and interpersonal communication barriers in college students.

References

Ananda, R., & Ifdil. (2021). Efektivitas konseling perorangan dalam mereduksi kecemasan sosial mahasiswa. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 9(2), 145–152.

Corey, G. (2016). Teori dan praktek konseling dan psikoterapi. Refika Aditama.

Fadiyatun Nufus, A., Annisa, A., Siti Aisyah, Maemunah, M., & Sunarti, T. (2026). Pola umum bimbingan dan konseling di sekolah dasar. Jurnal Sadewa: Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial, 4(1), 41–48. https://doi.org/10.61132/sadewa.v4i1.2677

Faturohman, M., Sunarti, T., Al Amah, G., Adriansyah, I., & Mubarok, I. (2026). Fungsi bimbingan dan konseling. Jurnal Sadewa: Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial, 4(1), 49–58. https://doi.org/10.61132/sadewa.v4i1.2681

Hikmawati, F. (2016). Bimbingan dan konseling. RajaGrafindo Persada.

Julhadi, D. S., Rosa, S., Prasanti, M. H., Adriani, Ganiem, L. M., Fazilla, S., Aminy, M. H., Nurainiah, Syafruddin, Setyowidodo, A., Ririen, D., Diwati, F., Juyanti, E., Ratnaningtyas, & Marendah, E. (2022). Metodologi penelitian pendidikan. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.

Komalasari, G., Wahyuni, E., & Karsih. (2011). Teori dan teknik konseling. Indeks.

Lestari, S., & Kurniawan, A. (2023). Intervensi konseling individual untuk mengatasi perilaku menarik diri mahasiswa di lingkungan akademik. Jurnal Psikologi Konseling, 21(1), 89–102.

Nurliana, & Yusuf, A. M. (2020). Efektivitas konseling cognitive behavior therapy dengan teknik cognitive restructuring untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik), 4(1), 12–18.

Nurjanah, I., & Syakilah, N. J. F. (2025). Manajemen program bimbingan dan konseling berbasis kebutuhan siswa. Jurnal Sadewa: Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial, 3(4), 234–243. https://doi.org/10.61132/sadewa.v3i4.2532

Prasetia, I. (2022). Metodologi penelitian: Pendekatan teori dan praktik. Redaksi.

Pratiwi, T. I., & Hasan, S. (2021). Cognitive restructuring untuk mereduksi distorsi kognitif pada mahasiswa yang mengalami hambatan komunikasi interpersonal. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 6(3), 110–120.

Prayitno, & Amti, E. (2004). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. Rineka Cipta.

Putri, A. A., Khairunnisa, N. S., Pratiwi, H., Wani, R. A. A., & Dewi, R. S. (2025). Efektivitas konseling kelompok dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa di sekolah. Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial, 3(3), 212–229. https://doi.org/10.61132/nakula.v3i3.1818

Safitri, A., & Daharnis. (n.d.). Model konseling REBT (Rational Emotive Behavior Therapy) untuk meningkatkan konsep diri mahasiswa. Jurnal Riset Tindakan Indonesia, 8(2), 201–210.

Sari, K. P., & Daharnis. (2021). Dampak konflik interpersonal terhadap kesehatan mental mahasiswa: Studi kasus penarikan diri sosial. Jurnal Edukasi: Jurnal Bimbingan Konseling, 7(1), 34–47.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Willis, S. S. (2014). Konseling individual: Teori dan praktik. Alfabeta.

Winardi. (2007). Manajemen konflik (Konflik, perubahan, dan pengembangan). Mandar Maju.

Winkel, W. S. (1991). Bimbingan dan konseling di institusi pendidikan. Gramedia.

Downloads

Published

2026-05-30

How to Cite

Jumadilla Afifah, & Fadhilla Yusri. (2026). Efektivitas Konseling Individual dengan Teknik Cognitiven Restructuring untuk Mereduksi Perilaku Menarik Diri pada Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Dirgantara, 3(2), 33–38. https://doi.org/10.61132/jupendir.v3i2.1095

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.